terimakasih untuk kunjungannya jangan lupa kasih jempolnya yah.

News Update :
/ /////
Diberdayakan oleh Blogger.

Sedekah Gunung' Supaya Anak Kian Cinta Merapi

Penulis : Unknown on Jumat, 15 Februari 2013 | 10.26

Jumat, 15 Februari 2013



Selagi arak-arakan Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi masih satu jam, puluhan anak SMP Kanisius Sumber, Kabupaten Magelang, Jateng, melantunkan tembang Mijil Wigaringtyas diiringi gamelan, di pendopo Sanggar Bangun Budaya, kawasan barat Gunung Merapi.

Duduk bersila di hadapan mereka, seorang sesepuh Padepokan Seni Tjipto Boedojo Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Bambang Tri Santoso, dan pemerhati seni budaya Kabupaten Magelang, Amat Sukandar.

Di tengah pendopo sanggar yang dikelola seniman muda Merapi, Untung Pribadi itu, telah diletakkan dua tandu masing-masing berisi gunungan sayuran dan hasil bumi, serta tumpeng Rasul berupa nasi megono dengan puluhan pincuk.

Ratusan anak mengenakan kaos dengan tulisan "Jagad Bocah Merapi Semangat Budaya Punya Harga Diri".

Mereka yang juga mengenakan berbagai properti, antara lain, anyaman dedaunan, caping, iket, bambu, dan tarian tradisional itu, kemudian beranjak dari sejumlah tempat bergerombol, untuk merapat mengelilingi pagar bambu pendopo sanggar seluas 144 meter persegi guna menyimak tabuhan gamelan dengan lantunan tembang Jawa tersebut.

"’Para siswa ing ereng Merapi. Nyuwun mring Hyang Manon. Paringana kalis ing sedyane. Pentas seni saking para dhasih. Mugi Sang Hyang Widi. Mbabaring rahayu’," demikian salah satu bait tembang Mijil Wigaringtyas karangan pemimpin Padepokan Seni Tjipto Boedojo Tutup Ngisor, Sitras Anjilin, yang dilantunkan berulang-ulang oleh anak-anak setempat itu.

Maksud kalimat tembang itu kira-kira, anak-anak kawasan Merapi berdoa kepada Tuhan agar terbebas dari berbagai bencana. Melalui pentas kesenian, mereka mengharapkan Tuhan menurunkan berkah dan kehidupan yang tenteram.

Setelah memimpin anak-anak berasal dari beberapa sekolah tingkat SD hingga SLTA di kawasan Merapi, meneriakkan yel-yel "Anak Merapi Semarang Budaya Punya Harga Diri", Sitras kemudian menjelaskan tentang tujuan prosesi Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi 2013 pada hari Minggu (10/2) itu.

"Sedekah Gunung ini kita lakukan supaya anak-anak makin mencintai Merapi. Kalau Merapi sedang erupsi memang menakutkan, tetapi kita hidup di tempat ini harus tetap ramah dengan Merapi," katanya.

Alam Merapi, katanya, juga memberikan air yang melimpah dan tanah yang subur untuk pertanian sehingga membuat masyarakat hidup tenteram.

"Supaya tenteram, kita bersinegi. Supaya anak juga menjaga dan melestarikan alam. Merapi kehidupan kita, kita minum dan makan dari bumi Merapi. Kita bersyukur dan menikmati Merapi," katanya.

Gagasan agenda budaya Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi terkait dengan dari letusan Gunung Merapi pada tanggal 11 Februari 2002. Pada pagi hari itu, keluar semburan awan panas dari puncak Merapi ke arah barat, atau kawasan setempat.

"Akan tetapi, kemudian berembus angin kencang sehingga luncuran awan panas yang telah mengarah ke barat berbelok ke arah selatan sehingga hujan abu jatuh lebih banyak di wilayah Klaten," kata Untung Pribadi yang juga Ketua Panitia Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi 2013.

Sehari sebelumnya, yakni pada tanggal 10 Februari 2002, para pemimpin berbagai agama, tokoh budaya, dan masyarakat berkumpul di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun untuk doa bersama lintas agama. Ketika itu, status aktivitas vulkanik Gunung Merapi di level tertinggi, "Awas Merapi".

Mereka yang turut dalam Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi 2013 pada hari Minggu (10/2) itu, antara lain, anak-anak SD Negeri Sumber, SD dan SMP Kanisius Sumber, MI Sumber, SD Negeri Keningar I dan II, MI Kalibening, SD Kanisius Prontakan, SD Negeri Ngargomulyo,  SMA Kristen Indonesia di Kabupaten Magelang, dan SMA Negeri Kecamatan Dukun.

Di bawah langit cerah meskipun gumpalan-gumpalan mendung menghiasi langit kawasan Merapi, sekitar 500 anak kirab sejauh sekitar 3 kilometer dari Sanggar Bangun Budaya Desa Sumber menuju ruas jalan Desa Kalibening dengan melewati cekdam Kali Lamat.

Para guru dan orang tua mereka, serta para relawan Gunung Merapi juga turut menyertai anak-anak dalam arak-arakan Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi 2013.

Tempat Sedekah Gunung di pinggir areal pertanian sayuran Desa Kalibening itu menjadi lokasi favorit masyarakat untuk memandang Gunung Merapi jika langit cerah. Akan tetapi, pagi hingga siang itu, tubuh gunung tertutup kabut.

Sitras mengajak anak-anak menjalani kirab Sedekah Gunung dalam suasana hening sebagai tanda perjalanan mereka sambil berdoa untuk keselamatan dan ketenteraman hidup masyarakat di kawasan Gunung Merapi.

Gunungan sayuran dan hasil bumi serta tumpeng Rasul diletakkan di tepi areal pertanian setempat. Sitras kemudian memimpin mereka melantunkan tembang Mijil Wigaringtyas yang syair-syairnya berupa ungkapan doa dan syukur atas bumi Merapi.

Sejumlah relawan Gunung Merapi mengalihkan pengendara kendaraan bermotor sementara waktu ke jalan lain, selama tempat tersebut digunakan anak-anak setempat untuk menggelar Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi.

Tiga geguritan yang diungkapkan oleh tiga anak, isinya seakan membawa peserta prosesi masuk dalam suasana refleksi tentang Gunung Merapi dengan kehidupan alam dan masyarakatnya.

Para pembaca geguritan dengan iringan seruling dan tembang dolanan serta sinar matahari yang semakin terik itu adalah Zulfa (Anak-Anak Merapi), Ira Irawan (Gunung Merapi Sumbering Kamulyan), dan Agnesia Maya (Anak Merapi).

Sejumlah kelompok anak juga mementaskan tarian tradisional "Campur" di tempat itu sebelum kemudian seluruh peserta prosesi mengikuti pemotongan tumpeng dan makan bersama di alur sungai, dekat cekdam Kali Lamat.

"’Gedhe dhuwur Gunung Merapi. Papane endah gawe tentreming ati. Kebak pangan lan banyu kang nguripi. Warga ereng Merapi wajib jaga kang permati’. (Tinggi dan besar Gunung Merapi. Tempat indah membuat hati tenteram. Penuh pangan dan air melimpah memberi hidup. Masyarakat wajib menjaga Merapi dengan seksama, red.)," begitu salah satu bait geguritan Anak-Anak Merapi yang dibacakan Yulfa yang juga siswi SMA Negeri Dukun itu.

Sedekah Gunung Jagad Bocah Merapi seakan menjadi ikhtiar mereka makin mendalam belajar dan memupuk sikap hidup terhadap alam sekitarnya secara arif dan bijaksana karena Merapi selain sebagai gunung berapi aktif itu juga menjadi penghidupan sehari-hari masyarakat setempat.

"Sedekah Gunung upaya kita menempuh jalan kebudayaan supaya menjadikan anak-anak akrab dengan lingkungan alamnya," kata Sitras Anjilin.
sumber : kompas
komentar | | Read More...

Lima gunung api aktif diawasi aktifitasnya



BANDUNG, JUMAT - Pengawasan terhadap lima gunung api di Sulawesi ditingkatkan menyusul gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang diikuti rangkaian gempa lainnya di Kepulauan Talaud, Sulawesi. Kelima gunung api yang mendapat pengawasan intensif itu adalah Gunung Lokon, Karangetang, Ruang, Awu, dan Gunung Soputan.

"Gempa dikuatirkan mengocok kantung magma sehingga meningkatkan aktivitas vulkanik gunung itu. Namun hingga kini belum ada yang mengalami kenaikan status," kata Kepala Bidang Pengawasan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Hendrasto di Bandung, Jumat (13/2).

Dari kelima gunung api di kawasan gempa itu. tercatat Gunung Karangetang dengan status aktivitas tertinggi yakni Siaga (Level III). Gunung Lokon dan Soputan waspada (level II) sedangkan Gunung Ruang dan Awu aktif normal.

Menurut Hendrasto, serangkaian gempa masih terjadi di kawasan itu. Berdasarkan pantaian seismograf di Posko Pengawasan kelima gunung api itu, melaporkan getaran gempa terekam lebih dari 170 kali gempa, 30 gempa diantaranya goyangannya terasa.

"Peningkatan pengawasan gunung api itu dilakukan dalam beberapa hari ke depan, seismograf dan aktivitas gunung secara visual juga terus dipantau," kata Hendrasto.

Biasanya, kata dia dampak gempa bumi yang terus menerus baru dirasakan setelah beberapa hari kemudian seperti gelembung-gelembung udara minuman bersoda yang naik ke permukaan. Meski demikian, ia mengimbau warga di sekitar kawasan gunung api itu tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan terkait aktivitas gunung api itu.

"Sekali digoyang mungkin tidak bereaksi, kalau dikocok atau digoyang terus menerus kan bereaksi ke atas, kantung magma juga sama seperti itu. Bila terus digoyang kantung Magma bisa menekan energinya ke kawah gunung api," jelas Hendrasto.

Saat ini, ada tujuh belas gunung api yang mendapat pengawasan intensif PVMBG karena aktivitasnya siaga dan waspada. Dua gunung api berstatus Siaga (Level III) yakni Gunung Karangetang dan Gunung Ibu. Sedangkan 15 gunung api lainnya berstatus waspada (level II) yakni Gunung Dempo, Soputan, Dukono, Anak Krakatau, Semeru, Lewotobi, Egon, Gamalama, Papandayan, Lokon, Talang, Kelud, Kerinci, Gamkonora, dan Gunung Bromo.
Sumber : www.kompas.com
komentar | | Read More...

Pencarian Pendaki di Ganda Dewata Dihentikan



 Upaya pencarian terhadap satu dari lima pendaki yang belum ditemukan sejak awal Februari 2013 lalu, Selasa (12/2/2013) resmi dihentikan.

Tim SAR gabungan dari Basarnas dan PMI, serta tim SAR dari sejumlah organisasi sosial termasuk TNI-Polri yang menyisir Gunung Ganda Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat telah diperintahkan kembali, setelah bekerja selama dua pekan.

"Saya khawatir kalau cuca buruk seperti saat ini, bisa bisa malah tim pencari yang dievakuasi. Karenanya, kita minta pencarian hari ini dihentikan dan semua tim ditarik dari Gunung Ganda Dewata," ujar Koordinator tim SAR Sulbar, Muhammad Rizal yang dihubungi pagi ini.

Sejauh ini, empat mahasiswa yang berhasil diselamatkan adalah Muhammad Muksin asal Mapala Unasman, Awaluddin asal Mapala Unsulbar Majene, serta Muhammad Ilham dan Nur Hidayat masing-masing dari Mapalasta Universitas Islam Negeri Makassar.

Koordinator Posko Mapala Unasman, Qashlim menyatakan, meski pencarian Selasa (12/2/2013) telah dihentikan, namun tim SAR dari berbagai kampus, hari ini akan tetap melakukan pencarian, agar Farhan bisa ditemukan seperti empat rekan lainnya.

"Kita tetap lakukan pencarian dan hari ini kita tetap drop logistik makanan untuk teman-teman yang tetap berpartisipasi melakukan pencarian," ujar Qashlim.
Sumber : kompas.com
komentar | | Read More...

Ikan Lele yang Jadi Pemangsa Manusia

Penulis : Unknown on Kamis, 14 Februari 2013 | 16.27

Kamis, 14 Februari 2013


Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.

Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.
Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.

Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.
Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.

Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.

“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.

Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan  disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.

Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.
Sumber artikel :viva.co.id
komentar | | Read More...

Berita olahraga

Penulis : Unknown on Rabu, 13 Februari 2013 | 21.14

Rabu, 13 Februari 2013



Cristiano Ronaldo (Foto: Reuters)

Setelah 10 Tahun, 'Ronaldo' Kembali Jadi Mimpi Buruk United

Setelah 10 tahun berlalu, publik Old Trafford kembali diingatkan pada memori kelam tersebut. Uniknya, satu nama yang membuat seluruh elemen Setan Merah kecewa adalah, Ronaldo!
Ronaldo Pupuskan Mimpi United ke Perempatfinal

Ronaldo Pupuskan Mimpi United ke Perempatfinal

Real Madrid sukses menyingkirkan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions, Rabu (6/3/2013) ...

NEXT ON »
Medan Pertempuran 4 Besar Lebih Ganas
oleh Fitra Iskandar
Premier League memasuki pekan ke 28. Manchester United melenggang di puncak klasemen, tapi di lapangan tak sedikitpun skuad Sir Alex Ferguson terlihat nyaman. Di perebutan tempat zona Liga Champions situasinya justru lebih sengit. Chelsea ditempel ketat Arsenal.
More »
BERITA PILIHAN »
Menang Telak, Dortmund Pijak Perempatfinal
Rabu, 06 Maret 2013 - 04 32 wib
Borussia Dortmund berhasil melangkah ke babak perempatfinal Liga Champions, usai menang telak 3-0 atas Shakhtar Donetsk pada laga leg dua babak 16 besar. Gol-gol kemenangan yang diciptakan Felipe Santana, Mario Gotze, dan Jakub Blaszczykowski membuat Die Borussen unggul agregat 5-2.
More »

Kontroversi Cakir, Sang Wasit yang Doyan 'Kartu'

MAN OF THE WEEK

Keputusan Cuneyt Cakir mengkartu merah Luis Nani menambah panjang daftar kontroversinya.
- Kontroversi Cakir, Sang Wasit yang Doyan 'Kartu'

Bintang NFL: CR7 Cocok Main di NFL
Bintang NFL: CR7 Cocok Main di NFL
Selasa , 05 Maret 2013 - 12:33 wib
Reggie Bush sudah tak asing dengan sepakbola. Running Back NFL ini memang sudah lama juga menggilai si kulit bundar. Merayakan ulang tahunnya yang ke-28, Bush terbang ke Spanyol menyaksikan El Clásico, akhir pekan lalu.

etalase
Gara-Gara Nilai Akademik, Ibo Lupakan Profesi Atlet
Gara-Gara Nilai Akademik, Ibo Lupakan Profesi Atlet
BAGI sebagian orang yang suka dengan olahraga sejak kecil, profesi atlet adalah dambaan. Tapi tidak bagi seorang Matias Ibo, dia lebih memilih dunia fisioterapis, ketimbang menjadi seorang atlet.

etalase


komentar | | Read More...

Inilah Fenomena alam yang membentuk lambang cinta


Alam pun mengerti cinta. Kadang kita tak sadar disekeliling kita banyak sekali ke anehan, contohnya penampakan lambang cinta . Hal ini ditunjukan lewat cara natural dimana sebuah teluk, hewan, bunga, dll, bisa tanpa disengaja membentuk lambang cinta.

















komentar | | Read More...

Gunung Berapi Raksasa Bawah laut ditemukan diLaut Sulawesi

Gunung Berapi Raksasa Bawah Laut Sulawesi – Dalam ekspedisi para ilmuwan Indonesia dan Amerika Serikat, ilmuwan dari National Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) di bawah naungan Departemen Perdagangan AS. Telah menemukan sebuah Gunung Berapi Raksasa Bawah Laut Sulawesi. Gunung berapi bawah laut ini lebih dari 10.000 kaki atau 3000 meter, ditemukan di laut di Sulawesi Utara.

Ini merupakan Berita Terkini yang sangat mengejutkan dan mengkhawatirkan. Okeanos Explorer sebuah Penelitian gabungan antara Indonesia-AS yang dimaksudkan untuk mengenal unsur-unsur di bawah laut dan komunitas makhluk hidup yang menopangnya.


Ekspedisi bawah laut ini menggunakan sistem sonar dan peralatan robotik, remotely operated vehicle (ROV) dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi untuk mengeksplorasi kekayaan dasar laut di perairan Indonesia.

Tak terduga sama sekali, Kapal Okeanos dari NOAA mendapatkan pemetaan gambar gunung berapi itu. Kawio Barat dipilih sebagai area ekspedisi karena unsur-unsur bawah laut yang berlimpah.

“Ini adalah gunung berapi yang besar dan lebih tinggi dari semua gunung di Indonesia, kecuali tiga atau empat gunung lainnya, dan menjulang lebih dari 10.000 meter dari dasar laut pada kedalaman lebih dari 18 ribu kaki”
Kata Jim Holden, Ketua ilmuwan AS dari University of Massachusetts, AS, Kedutaan Besar dalam rilis itu ke AFP.

Penemuan gunung bawah laut di perairan Indonesia seperti Gunung Berapi Raksasa Bawah Laut Sulawesi ini bukan pertama kali. Mei 2009 lalu, gunung api raksasa berdiameter 50 kilometer dengan ketinggian 4.600 meter ditemukan di kawasan perairan barat Sumatera.

Belum dipastikan apakah gunung ini aktif atau tidak. Namun jika benar, “Ini bisa sangat berbahaya” kata ahli geologi kelautan BPPT, Yusuf Surachman Djajadihardja, seperti dimuat laman Ninemsn.com.au. Bahwa puncak gunung ini berada di 1.380 meter di bawah laut.

Gunung Berapi Raksasa Bawah Laut Sulawesi

komentar (1) | | Read More...
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. KOSAMBA NEWS . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger